Dewi Anjani

clip_image002

DEWI ANJANI adalah putri sulung Resi Gotama, brahmana dari pertapaan Erraya/Gratisna, dengan Dewi Indradi/Windradi, bidadari keturunan Bathara Asmara. Ia mempunyai dua orang saudara kandung bernama; Subali/Guwarsi dan Sugriwa/Guwarsa. Dewi Anjani berparas sangat cantik dan menarik hati. Ia memiliki Cupumanik Astagina pemberian ibunya, hadiah perkawinan Dewi Indradi dari Bathara Surya. Bila cupu itu dibuka di dalamnya akan dapat dilihat segala peristiwa yang terjadi di angkasa dan di bumi sampai tingkat ketujuh.

Pada suatu hari, Subali dan Sugriwa memergoki Dewi Anjani sedang bermain dengan cupu tersebut. Karena tidak boleh meminjamnya, Subali dan Sugriwa mengadu kepada ayahnya, Dewi Anjani dipanggil dan cupu diminta oleh Resi Gotama. Dewi Indradi yang tetap membisu tak mau mengaku dari mana ia mendapatkan cupu tersebut, dikutuk Resi Gotama menjadi tugu batu yang kemudian dibuang ke udara jatuh ke wilayah negara Alengka.

Demi adilnya, Cupumanik Astagina dibuang ke udara oleh Resi Gotama untuk diperebutkan kedua putranya. Cupu jatuh di hutan pecah menjadi dua berubah wujud menjadi telaga Sumala dan telaga Nirmala. Dewi Anjani, Subali dan Sugriwa yang masuk kedalam telaga Sumala berubah wujud menjadi kera.

Untuk menebus kesalahan dan agar bisa kembali lagi menjadi manusia, atas petunjuk ayahnya, Dewi Anjani melakukan tapa Nyantika (seperti katak) di telaga Madirda. Dalam tapanya itulah ia hamil karena menelan “air kama” Bathara Guru melalui selembar daun sinom. Dewi Anjani kemudian melahirkan jabang bayi berwujud kera putih yang diberi nama Anoman. Beberapa saat setelah melahirkan Anoman, Dewi Anjani mendapat pengampunan Dewa, ia kembali menjadi putri berparas cantik, dan diangkat ke kahyangan Kaindran sebagai bidadari.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *